Lansia SEROJA ( Sehat Rohani Jasmani ) Talang Anau, Sumatera Barat

 


Menjadi tua adalah sebuah kepastian. Akan tetapi pada kenyataannya banyak yang tidak siap untuk menjadi tua karena dianggap sebagai hal yang menakutkan. Tagline Tua Oke, Pikun No Way dan Jangan Maklum Dengan Pikun yang digadang-gadangkan Komunitas Alzheimer Indonesia untuk mengingatkan kita semua agar bertindak lebih awal untuk mengatasi hal-hal yang berkaitan dengan penuaan dan degeneratif.

Penurunan kondisi fisik dan psikis dapat menimbulkan masalah bagi lansia. Masalah yang biasanya menyertai lansia yaitu ketidakberdayaan fisik yang menyebabkan ketergantungan pada orang lain dan ketidakpastian ekonomi sehingga memerlukan perubahan total dalam pola hidupnya.

Menurut Undang-Undang no 13 Tahun 1998, Penduduk Lanjut Usia adalah mereka yang telah mencapai usia 60thn ke atas.

Lansia mengalami penurunan kapastias intrinsik seperti kapasitas fisik, mental dan kognitif, sehingga menghambat kemampuan fungsionalnya. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi yang tepat sehingga dapat menciptakan lansia yang smart, sejahtera dan bermartabat. Untuk mendukung gerakan tersebut tentu harus melibatkan semua pihak dari pemerintah, masyarakat dan keluarga. Sangat bahagia ketika banyak instansi, komunitas yang mengambil bagian dalam terwujudnya lansia sehat, smart dan bermartabat ini.

Hardinisa Syamitri, Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards Tahun 2013

Membaca salah satu profil pemenang kisah - kisah inspiratif penerima SATU Indonesia Awards 2013, Hardinisa Syamitri, yang lebih dikenal dengan nama Icha. Beliau adalah sosok sederhana yang berdedikasi tinggi dan terus semangat majukan Indonesia dalam pilar kesehatan. Maka gak salah kalau beliau mendapatkan penghargaan dari Astra melalui programnya "Satu Indonesia Award 2013"

SATU indonesia adalah wadah kegiatan sosial di Group Astra. Program ini merupakan upaya untuk menangkap berbagai kreativitas anak bangsa. Dengan harapan bisa menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.


Kisah Icha yang berprofesi sebagai bidan di daerah terpencil seperti Jorong Luak Begak ini, tidak semua orang mampu melakukannya. Di mana masyarakat di Talang Anau, Sumatera Barat kala itu memiliki pola pikir yang belum percaya pada tenaga kesehatan. Karena mereka lebih memilih dukun kampung daripada tenaga medis. Dan inilah yang menjadi PR bagi Icha, yaitu mengubah pola pikir masyarakat. Agar masyarakat Jorong Luak Begak mendapatkan layanan kesehatan terbaik.


Tidak hanya itu, Icha berinovasi membuat program Lansia SEROJA ( Sehat Rohani Jasmani ). Program Lansia Seroja ini bertujuan untuk mengedukasi para lansia untuk memeriksakan kesehatan kepada tenaga kesehatan. Selain adanya pertemuan rutin, program yang diberikan kepada lansia adalah pemeriksaan kesehatan, senam, dan juga Icha memberikan kesempatan untuk menyalurkan hobi, baik itu menyanyi, menari dan mengasah ketrampilan lainnya..

Ya, semua kegiatan itu bertujuan untuk mencegah penyakit degeneratif yang menimpa lansia, seperti stroke, hipertensi bahkan alzheimer.

Demensia Alzheimer, Perenggut Ingatan Bapak

Mendengar kalimat Penyakit Degeneratif, saya ingat betul ketika menjadi caregiver dari alm. Bapak . Di mana bapak mengalami penyakit degeneratif selama 4 thn. 

Penyakit degeneratif merupakan kondisi kesehatan yang menyebabkan jaringan atau organ memburuk dari waktu ke waktu. Banyak dari penyakit ini tidak dapat disembuhkan, seperti yang dialami bapak kala itu. Tidak bisa sembuh, hanya mengurangi gejala alzheimernya saja.

Foto bareng alm.bapak

Selama 4 tahun, demensia alzheimer telah merenggut ingatan bapak. Semenjak meninggalnya ibu, bapak merasa kesepian. Mungkin rasa kesepian itulah yang menjadi trigger buat bapak. Meskipun anak-anaknya merawat dan mendampingi, tetapi semua tetap beda bagi bapak.

Seiring berjalannya waktu, ingatan bapak semakin berkurang. Dari pertanyaan yang berulang-ulang, bahkan lupa dengan aktivitas yang baru saja dilakukan. Alzheimer merupakan penyakit degeneratif yang mempengaruhi beberapa fungsi otak. Di tahap awal, penderita mengalami gangguan daya ingat yang bersifat ringan. Seiring waktu, kondisi penderita makin memburuk dan mengalami gejala seperti tersesat, sulit mengontrol emosi dan sering curiga terhadap orang lain.

Berawal dari pertemuan dengan salah satu Dokter Psikiatri yang saya kenal dengan baik. Saya disarankan untuk membawa bapak periksa ke Spesialis Syaraf. Dengan modal rujukan dari Faskes 1, dimulailah pemeriksaan dan pengobatan bapak. Ya, mungkin pengobatan ini akan selamanya dilakukan. Dengan diagnosis Demensia Alzheimer, bapak harus rutin minum obat syaraf dan segala macam terapi. Meskipun tidak bisa sembuh, tp paling tidak bisa mengurangi gejala alzheimernya..

Kalau membahas demensia alzheimer, sebenarnya saya masih baper. Meskipun bapak meninggal sudah 2thn yang lalu.

Yuk, PEDULI LANSIA. Ajak orang tua kita hadir di pertemuan - pertemuan atau komunitas. Agar kualitas hidup di usia lanjut meningkat.


Sumber : 

1. E - Booklet Penerima Satu Indonesia Awards 

2. Info BKKBN














Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar